LBangkinang Kota- Penjabat (Pj) Bupati Kampar Hambali.SE.M.Ba.MH menutup pelatihan berbasis kompetensi UPTD BLK Kampar Tahun 2024 di Aula Kantor Bupati Kampar Bangkinang Kota, Kamis (21/11/2024).
Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Anggota DPRD Provinsi Riau Eva Yuliana.SE, Ketua DPRD Kab.Kampar Ahmad Tariadi.S.Hi, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Samadedi.S.Km.M.Si, Kepala Dinas BPBD Drs.Agutrar.M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yuricho Erffil.S.Stp, Kepala Dinas Capil Muslim.S.Sos, Ketua BLK Kampar Azzah Ruwani, Camat Se-Kabupaten Kampar dan seluruh anggota yang mengikuti pelatihan BLK Kampar.
Dalam arahannya, Penjabat (Pj) Bupati Kampar Hambali.SE.M.Ba.MH menyampaikan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah menyadari bahwa peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu kunci utama dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan. Hal ini termasuk dalam upaya menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
“Prinsip dasar dari pelatihan kerja berbasis kompetensi ini berorientasi pada kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, dan kewirausahaan. Pelatihan kerja berbasis kompetensi ini merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, asosiasi, dan organisasi masyarakat,” terang Hambali.
Kata dia, BLK sebagai salah satu lembaga pelatihan kerja harus mempunyai rencana strategis agar menjadi acuan dalam menyusun program kerja ke depannya. Hal ini dilakukan dengan mengikuti standar dan sistem manajemen mutu sebagai tolak ukur keberhasilan sebuah lembaga pelatihan kerja.
Ia berharap BLK mampu membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan dan pelatihan lainnya, dunia industri, sehingga peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja, sistem manajemen mutu dilakukan dengan cara penerapan standar mutu lembaga, yakni meliputi standar program, standar kurikulum, standar materi pelatihan, standar asesmen, standar instruktur dan tenaga pelatihan, standar sarana dan prasarana, standar tata kelola dan standar keuangan.
Jelas dia, Kabupaten Kampar menghasilkan angkatan kerja dari lulusan SMA/SMK atau lembaga pendidikan tinggi, program diploma, politeknik maupun universitas yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang/setiap tahun. Padahal kapasitas atau kemampuan untuk menampung angkatan kerja dengan pasar kerja belum seimbang.
Sebut Hambali, persaingan tenaga kerja Indonesia saat ini, bukan hanya menghadapi tenaga kerja Indonesia, melainkan juga dengan tenaga kerja di luar Indonesia. Karenanya, untuk memenangkan persaingan tersebut, perlu membekali keahlian dan keterampilan yang cukup kepada tenaga kerja usia produktif agar mampu memenangkan persaingan global di pasar kerja.
“Perlunya memberikan keahlian dan keterampilan kepada calon tenaga kerja usia produktif yang memiliki energi besar agar mampu menghadapi tantangan dan kompetisi di pasar kerja. Kalau tidak dibekali keahlian dan keterampilan yang cukup untuk berkompetisi, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk memenangkan pertarungan di pasar kerja,” ungkapnya.
Selain memfasilitasi pelatihan kerja kepada masyarakat, Pemerintah Daerah nantinya akan memberikan bantuan peralatan kerja. Peserta pelatihan yang telah menerima sertifikat harus tetap diperhatikan kebutuhannya untuk menjalankan usaha kerja. Oleh karena itu, bantuan alat kerja menjadi hal yang penting bagi pemerintah Daerah dalam menekan angka pengangguran dan mengurangi angka kemiskinan. (Adv)





