BANGKINANG – Pemerintah Kabupaten Kampar dibawah kepemimpinan Penjabat Bupati, Hambali terus berkomitmen untuk mendukung Untuk program ketahanan pangan Pemerintah Pusat. Hal itu dibuktikan dengan pengolahan pertanian di Kabupaten Kampar sudah menggunakan sistem pertanian modern. Mulai dari pengolahan lahan sampai panen menggunakan mesin sehingga bisa menghemat biaya petani.
Hal itu bisa dilihat dari uji coba penggunaan alat Combine Harvester memanen padi Kelompok Tani Takbau I di Desa Binuang, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Kamis (5/12/2024).
Kata Pj Bupati Kampar, Hambali melalui Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura, Nurilahi Ali alat dan sistem pertanian modern diterapkan di Kabupaten Kampar buah dari komitmen Pj Bupati Hambali untuk terus meningkatkan produksi padi di daerah.
Kata Nur Ilahi, dengan menggunakan Combine harvester atau alat panen modern untuk memudahkan kerja petani serta menghemat biaya panen padi hingga 40 persen. Mesin kombinasi dari tiga fungsi yang berbeda, memotong, merontokkan dan menampi padi dalam satu rangkaian operasi.
Nurilahi Ali menjelaskan, penggunaan combine harvester sangat-sangat menghemat waktu kerja. Selain itu dapat menekan biaya panen. Dan sangat menguntungkan petani.
’’Combine harvester atau alat panen modern untuk memudahkan kerja petani serta menghemat biaya panen padi hingga 40 persen. Mesin kombinasi dari tiga fungsi yang berbeda, memotong, merontokkan, dan menampi padi dalam satu rangkaian operasi,’’ jelas Nurilahi Ali
Ia menjelaskan, pemakaian combine harvester ukuran kecil hanya memakan waktu 2-3 jam per hektare. Selain itu, sudah bersih terpotong hingga pangkal batang. Sehingga memperkecil kehilangan hasil panen dibanding menggunakan cara konvensional.
“Dengan menggunakan combine harvester cukup efisiensi, menekan biaya. Ini mengatasi semakin sulitnya mencari tenaga kerja pertanian,” jelasnya,
Jhon Mainir menambahkan, selama ini, dalam setiap panen petani harus merogoh kocek yang dalam untuk biaya panen. Untuk upah pekerja, pengipasan hingga pengangkutan. Bahkan, waktu bekerja untuk satu hektare sawah bisa seharian atau bahkan lebih.
“Setelah menggunakan combine harvester cukup hanya dengan waktu lebih kurang 3 jam,” tegasnya.
Nurilahi Ali mengharapkan dengan adanya alat combine harvester bisa membantu mempercepat panen akan lebih meningkatkan kesejahteraan petani dan dapat meningkatkan produktivitas pertanian.
“Dengan combine harvester meningkatkan kualitas produksi hasil pertanian, memperbaiki kualitas hasil pertanian, membantu pelaksanaan tanam serempak dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.(adv)





