Tolak Pendirian Pabrik Sawit, Pimpinan Pesantren Al Fauzan Ustadz Dr. Dasman Yahya Ma’ali Temui Wakil Bupati

Oplus_16908288

Bangkinang Kota – Wakil Bupati Kampar Misharti menyambut baik kunjungan silaturahmi Dr. Dasman Yahya Ma’ali, Lc., MA beserta rombongan dalam rangka menyampaikan aspirasi terkait keberadaan pabrik yang berlokasi dekat dengan Pesantren Sulaiman Al Fauzan di kawasan Ridan Permai, Jumat (13/2/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang rapat lantai II Kantor Bupati dalam suasana penuh keakraban dan dialog terbuka. Ustadz Dr. Dasman Yahya Ma’ali menyampaikan secara langsung keluh kesah dan penolakan pengurus pesantren terhadap aktivitas pabrik yang berada di sekitar lingkungan pendidikan. Keberadaan pabrik disebutnya berpotensi mengganggu kenyamanan dan ketenangan proses belajar mengajar para santri.

Ustadz Dr. Dasman Yahya Ma’ali dikenal sebagai tokoh akademisi dan ulama hadits yang memiliki rekam jejak keilmuan yang kuat. Di Indonesia, ia merupakan doktor pertama lulusan Timur Tengah yang sejak jenjang S1 telah mengambil jurusan hadits. Sementara di tingkat Asia Tenggara, beliau tercatat sebagai doktor kedua dalam bidang tersebut. Kehadiran beliau dalam pertemuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan Islam, khususnya di Kabupaten Kampar.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir anggota DPRD Kampar, Eko Sutrisno, yang menyatakan dukungannya terhadap penyampaian aspirasi pihak pesantren serta mendorong adanya solusi yang adil dan bijaksana bagi semua pihak.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Misharti memberikan respons positif dan menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar untuk mencari jalan terbaik. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mempelajari persoalan tersebut secara menyeluruh serta berupaya memfasilitasi komunikasi antara pihak pesantren dan pihak perusahaan.

“Kami menerima aspirasi ini dengan terbuka. Pemerintah tentu ingin memastikan kegiatan pendidikan berjalan dengan nyaman dan kondusif. InsyaAllah, kami akan mencari solusi terbaik agar tidak ada pihak yang dirugikan,” ujar Misharti.

Ia berharap melalui silaturahmi ini, diharapkan tercipta komunikasi yang konstruktif serta langkah konkret dalam menjaga harmonisasi antara dunia usaha dan lembaga pendidikan, demi kepentingan masyarakat dan generasi penerus di Kabupaten Kampar.-***

Pos terkait