BANGKINANG- Ada pemandangan tak nyaman di depan mata, terutama saat melintas di ruas Jalan Prof M Yamin SH yang berada di wilayah Desa Kumantan, Kecamatan Bangkinang Kota. Pohon pohon yang yang ditanam di median jalan ini terancam mengering dan mati akibat tak disiram siram pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar.
Menurut seorang warga di sana yang kami temui, Ilham (33), pohon-pohon ini tampak mulai layu bahkan sudah banyak yang mulai mengering disebabkan kurang mendapat suplai air diduga akibat tidak mendapat siraman oleh petugas pertamanan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar.
Kondisi pohon yang berada di median jalan nasional di kawasan Kumantan tampak gersang menjadi suguhan pemandangan pertama yang dilihat oleh pengendara yang memasuki wilayah Kota Bangkinang. Kondisi ini sangat kontras saat memasuki Kota Bangkinang yang terlihat hijau dan teduh sebelum tahun 2026 ini.
Warga Bangkinang ini mengkritik mengapa pohon yang harusnya jadi pelindung atau peneduh, termasuk penyerap polusi udara, terutama dari asap knalpot kendaraan bermotor tak terawat dan tidak disiram.
“Pohon-pohon di sepanjang Jalan Prof. M Yamin SH, terutama masuk wilayah Kota Bangkinang tampak banyak yang menguning, layu dan mengering. Harusnya, saat mulai memasuki musim kemarau ini di mana intensitas hujan sudah jarang terjadi penyiraman pohon, terutama pada sore atau malam hari harusnya kian digencarkan oleh pemerintah daerah,” kata Ilham kepada wartawan Sabtu (7/32026).
Berdasar pantauan media ini saat ini Kampar maupun Riau secara keseluruhan sebenarnya sudah masuk dalam fase musim kemarau dengan intensitas hujan yang sudah jarang terjadi, “Walaupun belum masuk kategori cuaca ekstrem. Tapi hujan sudah mulai jarang terjadi, apalagi nanti masuk musim kemarau panjang, maka akan semakin mengkhawatirkan kondisi pohon pohon itu,” katanya
Ia mengatakan, tidak mungkin penyebab tidak disiramnya pohon di median jalan ini diakibatkan oleh krisis air yang dialami Kabupaten Kampar.
Menurut Ilham, fenomena kebakaran lahan dan hutan yang juga sudah mulai mengancam justru akan membuat suhu makin tinggi dan membuat polusi udara semakin tinggi.
“Alhamdulillah di Bangkinang Kota dan sekitarnya ini air melimpah, bahkan sungai Kampar pun dekat. Mudah sebenarnya kalau ada keinginan dari pihak DLH. Ini terjadi memang kita duga karena ketiadaan niat DLH untuk menyiramnya secara rutin. Kita berharap bupati memberikan atensinya untuk persoalan ini, jangan sampai pohon pohon itu benar benar mati,” imbuhnya.-***





