Tapung Hulu – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar, T. Nurheryani Ahmad Yuzar, secara khusus mengecek langsung dapur MBG yang beberapa waktu lalu sempat menjadi perhatian publik. Ia menegaskan kepada pihak pengelola SPPG dan tenaga ahli gizi agar senantiasa menjaga kebersihan serta kualitas makanan yang akan disalurkan kepada masyarakat, khususnya anak-anak.
“Kami ingin memastikan program MBG berjalan dengan baik. Kebersihan, keamanan pangan, dan kandungan gizi harus menjadi prioritas utama, agar kesehatan anak-anak benar-benar terjaga,” tegasnya saat melakukan peninjauan dan monitoring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kusau Makmur, Kecamatan Tapung Hulu, Rabu (22/4/2026).
Ia juga memastikan bahwa seluruh proses penyediaan makanan di dapur ini, mulai dari tahap persiapan, pengolahan hingga distribusi, sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Dalam kunjungan tersebut, Nurheryani turut didampingi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr. Rita Anggraini, Camat Tapung Hulu Nuryadi, SE, serta unsur dari Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Kampar.
Selain itu, Ketua TP PKK Kampar juga meninjau dapur MBG lain yang direncanakan akan segera dioperasionalkan. Dalam kesempatan tersebut, ia memastikan seluruh tahapan persiapan telah memenuhi standar yang ditentukan sebelum dapur tersebut resmi beroperasi.
“Sebelum mulai beroperasi, semua harus dipastikan sudah sesuai standar, baik dari segi kebersihan, peralatan, hingga kesiapan tenaga pengelola,” pinta Nurheryani.
Melalui kegiatan monitoring ini, Nurheryani berharap program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kampar dapat berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak.
Sebelumya beredar narasi di media sosial yang mengatakan di menu nasi goreng yang dibagikan oleh dapur MBG di Desa Sumber Sari Tapung Hul berbelatung.
Akan tetapi berdasarkan penelurusan media ini ditemukan fakta bahwa sebenarnya ulat ataupun belatung yang nampak di video itu sebenarnya adalah belatung yang berasal dari buah salak.
“Terkait masalah itu sudah beberapa klarifikasi sama kawan-kawan media. Perlu saya sampaikan bahwa belatung berasal dari salak, bukan nasi gorengnya. Sebab salak terkadang luarnya tampak bagus tapi di dalamnya busuk, sehingga belatungnya keluar dan masuk ke nasi goreng,” ujar Al Hudri selaku pengelola dapur MBG yang berada di Desa Sumber Sari Tapung Hulu tersebut.
Pihaknya mengakui tidak akan menutup diri dari setiap masukan dari pihak sekolah bila terdapat kekurangan pada menu yang disajikan. Oleh karena itu ia bermohon bila ditemukan hal yang kurang dari menu yang disajikan harap disampaikan langsung ke pengelola dapur jangan justru langsung difreming.-***





