Salo – Dalam upaya melestarikan dan menghidupkan kembali warisan budaya daerah, Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Budaya Adat Istiadat Kampar (LPP BAIK) menggelar Pelatihan Sastra Lisan Basiacuong melalui program Revitalisasi Sastra Lisan Basiacuong untuk Generasi Milenial Kampar yang di gelar di Gedung Aula Sialang Salo, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan LPP BAIK dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan generasi muda dalam mengenal, mempelajari, dan mempraktikkan sastra lisan Basiacuong yang merupakan salah satu identitas budaya masyarakat Kampar. Ditengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi, keberadaan sastra lisan tradisional perlu terus dijaga agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Ketua Yayasan LPP BAIK Usman Efendi, SE menyampaikan bahwa Basiacuong bukan sekadar seni bertutur, tetapi juga mengandung nilai-nilai adat, etika, kearifan lokal, dan filosofi kehidupan masyarakat Kampar yang diwariskan secara turun-temurun.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan kecintaan generasi milenial terhadap budaya daerahnya sendiri. Basiacuong adalah kekayaan intelektual dan budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan para tokoh adat, budayawan, dan praktisi Basiacuong yaitu, Dt. Erman, Dt. Syahrul, dan juga Dt. Emi Zamzami, yang akan membimbing peserta dalam memahami sejarah, teknik bertutur, penggunaan bahasa, serta praktik langsung sastra lisan Basiacuong yang berlangsung selama 5 Hari pada tanggal 8,9,15,16 dan Penutupan dengan kegiatan Pertunjukan Sastra Lisan Basiacuong pada 23 Agustus 2026. Para peserta terdiri dari kalangan masyarakat dan pemanggku adat yang terpilih dari berbagai Desa di Kab. kabupaten dengan Jumlah peserta sebanyak 25 orang.
Program revitalisasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi penerus yang tidak hanya memahami nilai budaya lokal, tetapi juga mampu menjadi pelaku dan duta pelestarian sastra lisan Basiacuong di berbagai ruang sosial, pendidikan, maupun media digital.
Ketua Pembina Yayasan LPP BAIK H. Safrizal, SE.MM menyampaikan Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Yayasan LPP BAIK yang di dukung oleh Kemendikdasmen Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, berharap sastra lisan Basiacuong dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kampar serta bagian penting dari kekayaan budaya bangsa Indonesia
•





