XIII Koto Kampar — Menindaklanjuti arahan Bupati Kampar yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan Festival Budaya Mangonang Kampuong di Desa Pulau Gadang beberapa hari lalu, Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar langsung mengambil langkah konkret dengan menggelar rapat khusus bersama seluruh kepala desa yang terdampak pembangunan Waduk PLTA Koto Panjang, Sabtu (29/8/20260.
Rapat tersebut dilaksanakan pagi ini dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar, Afdal, ST., MT, didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar, Abdul Hafiz, M.Si. Pertemuan ini membahas rencana besar pelaksanaan Festival Mangonang Kampuong Lamo yang akan dipusatkan di kawasan Danau Rusa PLTA Koto Panjang.
Dalam pertemuan tersebut, Afdal menyampaikan bahwa festival yang akan digagas bukan sekadar kegiatan hiburan atau seremonial, tetapi diarahkan menjadi sebuah momentum besar untuk mengangkat kembali adat, tradisi, seni, sejarah dan budaya kampuong lamo yang hingga kini masih dipelihara dan dilestarikan oleh masyarakat.
“Konsep festival ini nantinya akan mengembalikan semangat kita kepada konsep kenegarian. Dahulu masyarakat hidup dalam satu kesatuan kenegarian dengan adat dan tradisi yang kuat. Saat ini wilayah tersebut telah berkembang menjadi beberapa desa, namun ikatan adat dan sejarahnya tetap menjadi satu kesatuan yang harus kita rawat,” ujar Afdal dalam pertemuan tersebut.
Konsep Festival Mangonang Kampuong Lamo nantinya akan melibatkan seluruh desa yang memiliki keterikatan sejarah dengan kawasan yang terdampak pembangunan PLTA Koto Panjang. Setiap kenegarian akan diberikan ruang untuk menampilkan kekayaan adat, tradisi dan budaya masing-masing, sehingga festival tersebut diharapkan mampu menjadi wadah untuk mempertemukan kembali masyarakat dalam satu semangat badunsanak dan mangonang kampuong lamo.
Tidak hanya itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar juga merencanakan pelaksanaan simposium adat dan budaya sebelum festival digelar.
Simposium tersebut nantinya akan melibatkan para pucuk adat dalam wilayah adat XIII Koto Kampar, sebagai bagian penting dalam merumuskan konsep dan rangkaian kegiatan festival agar tetap berlandaskan nilai-nilai adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
“Harapan kita, sebelum festival dilaksanakan, kita dudukkan terlebih dahulu para pucuk adat. Kita bahas bersama bagaimana konsep yang terbaik, sehingga kegiatan ini benar-benar lahir dari hasil musyawarah dan tidak menghilangkan nilai adat yang kita miliki,” jelasnya.
Rapat bersama para kepala desa ini menjadi langkah awal untuk menyatukan gagasan dan menyusun konsep kegiatan secara bersama-sama. Berbagai masukan dari pemerintah desa, tokoh masyarakat serta unsur adat nantinya akan menjadi bahan dalam penyusunan rencana pelaksanaan festival.
Seluruh hasil musyawarah dan pembahasan tersebut selanjutnya akan dihimpun dan dilaporkan kepada Bupati Kampar sebagai bahan tindak lanjut dan pengambilan kebijakan.
Dengan adanya Festival Mangonang Kampuong Lamo di kawasan Danau Rusa PLTA Koto Panjang, diharapkan bukan hanya menjadi agenda wisata budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang sejarah, mempererat hubungan badunsanak antarkenegarian, serta menghidupkan kembali nilai-nilai adat dan budaya kampuong lamo di tengah perkembangan zaman.
Festival ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk kembali mengenang kampung halaman yang telah berubah akibat pembangunan, sekaligus memastikan bahwa identitas, adat dan budaya masyarakat XIII Koto Kampar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.-***





