BANGKINANG- Marwas Datuk Bosau Kenegerian Gunung Sahilan terpilih sebagai Ketua Lembaga Adat Kabupaten atau LAK Kabupaten Kampar pada Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar di Sekretariat LAK di Jalan Lingkar atau berada tepat di samping kantor Polsek Bangkinang Kota pada Minggu 13 September 2026.
Marwas Datuk Bosau terpilih meyakinkan dengan perolehan 171 suara atau sekitar 82 persen dari total suara yang berpartisipasi berbanding 30 suara yang didapat oleh pesaingnya Vandi Sugara Datuk Batua, sementara ada 7 suara yang dianggap tidak sah
Sebelum pemilihan dilangsungkan, kandidat calon ketua ada 3, yaitu Marwas Datuk Bosau Kenegerian Gunung Sahilan Vandi Sugara Datuk Batua dan Yusri Datuk Bandaro Mudo. Namun, di beberapa waktu menjelang pemilihan Yusri mengundurkan diri dari pencalonan. Sehingga secara otomatis hanya ada dua calon yang bertarung, yaitu Marwas Datuk Bosau dan Vandi Sugara Datuk Batua.
Adapun Ketua Panita Mubes LAK ke-V ini adalah Datuk Edi Susanto dan yang bertindak sebagai sekretaris Mubes ialah Datuk Rasdinal.
Dengan telah terpilihnya Marwas Datuk Bosau sebagai Ketua LAK Kabupaten Kampar maka berakhir pula LAK masa kepemimpinan Yusri. Dan kini dimulainya LAK era kepemimpinan Marwas Datuk Besar.
Kepada wartawan usai terpilih, Marwas menyatakan maju sebagai ketua LAK ini tidak datang dari keinginan pribadi, ia akhirnya memutuskan maju berkat dorongan dari para Datuk dan Ninik Mamak yang ada di se-Rantau Kampar Kiri.
Ia mengucapkan rasa terimakasih kepada panitia yang telah melaksanakan Mubes LAK secara adil dan bermartabat. Ia pun mengapresiasi para panitia yang menurutnya sudah sangat akomudatif terhadap masukan dan aspirasi yang datang dari para Datuk dan Ninik Mamak.
Meskipun kata dia, sempat terjadi dinamika, akan tapi para panitia tetap mampu mengendalikan situasi dengan arif dan bijaksana. Situasi yang terkendali ini menurut Marwas disebabkan oleh para panitia yang tetap mengedepankan norma adat sehingga semua pihak dapat memahami proses dan tahapan yang dijalankan hingga menghasilkan sebuah keputusan yang juga dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat.
“Kita tengok tadi, kinerja panitia sudah sangat luar biasa. Tidak pilih kasih , tidak tebang pilih, beliau beliau sudah menjalankan amanah sesuai dengan aturan adat itu sendiri,” ujar Marwas Datuk Bosau.
Kedepan, dalam mengemban amanah sebagai ketua LAK, ia sangat berharap kerjasama dan masukan dari seluruh Datuk dan para Ninik Mamak yang ada di Kabupaten Kampar. Ia juga sangat berharap dukungan dan kolaborasi yang baik dari pemerintah daerah, dari bupati dan jajarannya , sehingga istilah adat ‘Tali Bapilin Tigo’ dimana Ninik mamak, Alim Ulama dan para Pemimpin harus berada dalam satu barisan sehingga dapat sejalan dan siring dalam memajukan Kabupaten Kampar.
LAK Kampar adalah singkatan dari Lembaga Adat Kampar, sebuah lembaga tempat berkumpulnya para Datuk dan para Ninik Mamak yang berfungsi melestarikan, membina, menjaga serta mempertahankan nilai-nilai adat istiadat serta budaya lokal masyarakat Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.-***





