“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pj Bupati Kampar dan Gubernur Riau yang sudah berpartisipasi membangun jembatan di kampung kami ini yang selama ini kami impi-impikan. Saya pribadi berdomisili berada di Salo Timur yang tak jauh dari bangunan jembatan ini ikut merasa bahagia,” ujar UJK.
UJK mengaku bersedia membantu dan berkontribusi agar supaya akses jalan menuju jembatan yang saat ini amblas bisa segera pulih 100 persen sehingga bisa dilalui masyarakat. Ia mengaku siap membantu menimbun bagian badan jalan yang amblas akibat diterjang arus sungai. Hal itu ia sampaikan saat berbincang dengan media ini, kemarin.
“Saya pribadi ingin ikut membantu mendatangkan alat-alat berat seperti greder dan ekskavator ke lokasi untuk melakukan penimbunan jalan yang terputus di perbatasan sungai antara jembatan gantung di Desa Salo Timur yang baru saja diresmikan oleh Pj Bupati Kampar Hambali bersama Gubernur Riau,” ujar UJK kepada wartawan.
UJK berharap jalan yang akan ia perbaiki ini bisa dilalui dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secepatnya. Bila jembatan ini bisa dilalui, maka kampung ini akan menjadi lebih maju, roda ekonomi dan sosial masyarakat menjadi lebih lancar.
Komitmen UJK tersebut, juga disambut baik oleh Muslim selaku LSM dan selaku masyarakat yang senantiasa mengawasi serta mengontrol pembangunan di Kampar. Kata dia, UJK merupakan salah seorang pengusaha di Kampar yang dermawan dan punya loyalitas yang tinggi pada daerah. Sehingga apa yang disampaikannya soal ingin ikut membantu perbaikan jalan menuju jembatan yang amblas amat benar adanya.
Kata Muslim, percuma saja jembatan ini dibangun dengan dana sekitar total mencapai 20 miliar namun belum bisa digunakan oleh masyarakat untuk menyeberang.
“Percuma saja jembatan ini dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit, akan tetapi tidak bisa dilalui oleh masyarakat,” imbuhnya.
Ia khawatir, bila badan jalan dekat jembatan yang amblas diterjang air sungai dalam waktu yang cukup lama, dan tidak segera diperbaiki, maka fisik jembatan bisa terancam ikut rusak karena dihantam arus air sungai Kampar yang deras, apalagi di bulan-bulan menjelang akhir tahun seperti saat ini selalu terjadi banjir akibat meluapnya Sungai Kampar.-***





