TAPUNG– Turnamen Bola Voli Semi Open 8 Besar Pemuda Dusun 3 Karya Indah Cup 1 se-Kabupaten Kampar dibuka langsung oleh Ketua Umum Pengurus Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Kampar yang diwakili oleh Sekretaris Umum (Sekum) PBVSI Kabupaten Kampar, Tarmizi Amin S.pi Msi pada Senin (5/10)2026) malam.
Menurut Ketua Pemuda Dusun 3 Karya Indah Muhammad Safi’i turnamen ini diadakan dalam rangka menyambut hari Sumpah Pemuda yang ke-98. Emri Zulmi SK selaku Ketua Pelaksana mengatakan acara ini bertujuan untuk menyatukan seluruh pemuda pemudi khususnya di Dusun 3 dan mempererat silaturrahmi antar pemain se-Kabupaten Kampar.
Dalam pembukaan tersebut juga hadir Kepala Desa Karya Indah yang diwakili oleh Sekdes, Muhammad Nur. Sekdes mengatakan akan selalu mendukung acara pemuda di Desa Karya Indah. Muhammad Nur juga mengatakan ucapan terimakasih kepada seluruh pemuda-pemudi Dusun 3 Karya Indah yang mampu membuat acara turnamen seperti ini.
M Nur juga berharap kepada pemuda dusun lain yang berada di Dusun 3 Karya Indah agar dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan yang positif seperti ini. Pada acara pembukaan juga turut hadir tokoh masyarakat Dusun 3 dan Laskar Melayu Nusantara Desa Karya Indah.
Acara ini juga tidak luput dari dukungan Kepala Dusun 3 Karya Indah yaitu Romi Putra beserta RT/RW yang berada di Dusun 3 Karya Indah.
“Turnamen ini diikuti oleh 28 tim dari berbagai desa se-Kabupaten Kampar,” ujar M Nur.
Asril Lukman sebagai koordinator acara mengatakan acara ini bertujuan untuk membakar semangat pemuda pemudi dan menggali potensi pemain lokal yang ada di Kabupaten Kampar khususnya di Desa Karya Indah. Serta untuk mengobati dahaga masyarakat yang mencintai olah raga bola voli ini.
Dia turut senang melihat masyarakat berbondong-bondong datang menyaksikan turnamen bola voli di Dusun 3 Karya Indah ini. Lapangan dipenuhi pemain, panitia, dan penonton yang memberikan dukungan kepada tim jagoan masing-masing.
“Antusiasme itu menjadi gambaran bahwa voli masih menjadi olahraga yang sangat diminati masyarakat,” katanya.
Kata dia, pelaksanaan turnamen voli kali ini melibatkan banyak warga sekaligus. Dalam satu pertandingan, setiap tim diperkuat enam pemain di lapangan. Dengan sistem turnamen, para warga membuat turnamen terasa sebagai pesta bersama, bukan sekadar kompetisi olahraga yang hanya dirasakan para pemain di dalam lapangan.
Menurut Asri Lukman, turnamen voli ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi. Kesibukan sehari-hari sering membuat warga jarang berinteraksi. Turnamen voli menghadirkan ruang untuk berkumpul, saling mengenal, sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Lanjut Asri, bagi para penonton dan panitia setiap pertandingan menjadi momen membangun komunikasi dan kekompakan di dusun. Suasana tersebut tampak jelas dalam penyelenggaraan turnamen ini yang diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta dan para pendukungnya.
Lanjut dia, turnamen ini juga menjadi hiburan yang murah dan meriah. Pertandingan voli di kampung tidak hanya menyuguhkan persaingan mendukung tim favorit dalam memperebutkan kemenangan, tetapi juga sebagai hiburan bagi penonton. Aksi-aksi spontan pemain, sorak sorai pendukung, hingga suasana penuh canda membuat lapangan selalu ramai.
“Pelaksanaan turnamen seperti ini juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kekompakan. Bola voli merupakan olahraga yang mengandalkan kerja sama tim. Semangat tersebut juga tercermin dalam persiapan turnamen,” katanya.
Ia menuturkan, para pemuda bersama-sama membersihkan lapangan, memasang net, menyiapkan perlengkapan pertandingan, hingga penonton datang dan mendukung tim kebanggaan masing-masing.
“Kebersamaan seperti inilah yang dulu menjadi nilai utama dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda itu sendiri,” jelasnya.
Apalagi sebut dia, olahraga voli mudah diselenggarakan dengan fasilitas sederhana. Turnamen voli tidak membutuhkan stadion atau sarana olahraga yang mewah. Peralatan yang dibutuhkan pun relatif sederhana, cukup net, bola voli, lapangan dan pembatas lapangan.
Menurutnya, melalui olahraga, warga khususnya para pemuda dapat membangun kebersamaan, menjunjung sportivitas, serta menjaga tradisi gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan di lingkungan pedesaan.
“Seluruh panitia mengucapkan terimakasih kepada tokoh masyarakat dan seluruh donatur yang terlibat dalam acara turnamen ini,” tutupnya.-***





