BANGKINANG- Ardo menegaskan, pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang disingkat ReDo beserta seluruh tim dan relawan siap berjuang memenangkan Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubenur Riau Syamsuar – Mawardi atau SUWAI.
Hal ini ditegaskan oleh Ardo menjawab anggapan dari pihak-pihak yang menyebut Jefry Noer mendukung Abdul Wahid merujuk video saat deklarasi pasangan ReDo di Pilbup Kampar pada Kamis (29/8/2024) lalu.
Ardo menjelaskan, komitmen untuk memenangkan SUWAI juga datang dari keluarga besarnya, termasuk sang ayah Jefry Noer. Apalagi katanya, Jefry Noer juga berkawan dengan Syamsuar.
“Pak Jefry Noer berkawan dengan Pak Syam, pasti secara hati beliau mendukung Pak Syam, Pak JN sudah ke Pak Syam,” ungkap Ardo.
Adapun soal penyataan Jefry Noer yang menyebut nama Abdul Wahid saat deklarasi pasangan ReDo adalah sebagai penegasan tentang sosok yang didukung oleh Ustadz Abdul Somad adalah figur yang memiliki survei elektabilitas bagus, seperti halnya Repol di Pilbup Kampar saat ini juga memiliki survei yang sangat bagus bila dibanding dengan kontestan lainnya.
“Pertama, pernyataan Pak JN yang menyebut nama Abdul Wahid bukan sebagai dukungan, tapi pernyataan tentang dukungan UAS, baik di Pilgubri maupun di Pilbup Kampar sama sama mendukung calon yang memiliki elektabilitas tinggi. Sebatas itu saja, tak bisa disimpulkan JN telah berikan dukungan ke Abdul Wahid,” tegas Ardo kepada wartawan, Minggu (1/9/2024).
Kedua kata Ardo, pidato Jefry Noer pada saat deklarasi pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang disingkat ReDo kemarin, sebagai penegasan tentang sosok seorang Jefry Noer yang apa adanya, bicara apa adanya.
“Stetmen Pak JN itu sebagai penegasan saja, seperti apa sosok beliau, JN itu apa adanya, apa yang terasa itu disampaikan tidak suka drama-drama dan tak pandai berbelok belok dalam memberi pernyataan, kalau soal dukungan Pilgubri tentu saja beliau ke SUWAI,” imbuh Ardo.
Lagi pula lanjut Ardo, mengenai arah dukungan UAS di Pilgubri, publik juga sudah tahu, kalau ulama besar itu secara terang-terangan mendukung Abdul Wahid.
“Kan sudah jelas oleh publik di Riau, ke mana arah dukungan UAS di Pilgubri, dan hal itu tak ada kaitannya dengan Pak JN. Itu murni ijtihad politik UAS. Tak ada satupun orang yang bisa memaksa UAS mendukung calon manapun, termasuk Pak JN. Jadi, kita harus bijak menyikapi soal dukung mendukung dalam Pilkada saat ini,” terangnya Ardo.
Oleh karena itu, Ardo menyebut pihak-pihak yang menganggap Jefry Noer telah mendukung Wahid secara spesifik adalah suatu hal yang keliru. Sejauh ini katanya, Jefry Noer hanya berada satu irama dalam perjuangan pasangan ReDo di Pilbup Kampar yang didukung oleh Partai Golkar.
Ardo pun mengatakan, saat ini ia diusung oleh Partai Golkar sebagai calon wakil bupatinya Repol, tentulah ia mendukung pasangan calon gubernur Syamsuar dan wakil gubernur Mawardi Muhammad Saleh.
“Karena saya diusung oleh Partai Golkar, pasti lah saya wajib dukung calon gubernurnya dari Golkar, yaitu Pak Syamsuar. Itu sudah pasti. Saya akan berjuang bersama-sana kader Golkar memenangkan pasangan SUWAI,” ucap Ardo.
Sebelumnya, secara jelas dan lugas, Jefry Noer telah menyatakan siap bertungkus lumus demi memenangkan Repol dan Ardo menjadi Bupati dan menjadi Wakil Bupati Kampar periode 2024-2029.
Menurut Jefry, apa pun akan dia lakukan demi memenangkan sang anak di pilkada kali ini. Bahkan ia menegaskan jika tak ada kayu, jenjang pun akan ia keping
“Demi anak, namanya anak ya, tak ada kayu, jenjang pun akan saya keping,” ucap Jefry Noer usai mendaftarkan pasangan ReDo ke KPU Kampar, Kamis (29/8/2024).
Jefry pada saat deklarasi pasangan yang disingkat ReDo ini meminta Repol untuk memaksimalkan suara di Kampar Kiri dan Siak Hulu, sementara di Tapung Raya dan di wilayah tengah, mantan bupati dua periode ini yang akan menggarap.
Menurut Jefry, pasangan ReDo ini akan menang karena survey dari Repol sangat tinggi bila dibanding dengan perolehan survey calon lain.
Selain itu, katanya pasangan Repol dan Ardo ini didukung penuh oleh ulama besar, Ustadz Abdul Somad (UAS). UAS yakin sosok Repol sangat pantas diberi amanah untuk memimpin ummat karena telah terlihat dari rekam jejaknya selama 20 tahun menjadi wakil rakyat tanpa cacat.-***





