Timteng– Fasilitas rahasia milik agensi intelijen AS (CIA) di kawasan Teluk Persia dilaporkan berhasil dihantam oleh serangan drone mematikan.
Keberhasilan serangan tersebut memicu penyelidikan mendalam oleh para analis intelijen Amerika Serikat.
Mengutip Iran International pada Kamis (23/7/2026), kabar ini dilaporkan oleh dua pejabat Barat dengan tanpa disebutkan namanya, yang rilis pada Kamis pagi.
Analis menduga kuat adanya keterlibatan dan bantuan teknologi dari Rusia di balik keberhasilan aksi militer Iran tersebut.
Dugaan penyelidikan berfokus pada kemungkinan Moskow memasok data penargetan presisi tinggi kepada pihak Teheran.
Selain data penargetan, Rusia juga disinyalir memberikan transfer teknologi pesawat nirawak (drone) tingkat lanjut.
Laporan eksklusif dari Reuters mengungkapkan bahwa drone yang digunakan dalam serangan itu merupakan jenis Shahed milik Iran.
Namun, dua versi drone Shahed tersebut diketahui telah mendapatkan peningkatan serta modifikasi khusus dari pihak Rusia.
Sentuhan teknologi Rusia membuat drone Shahed buatan Iran menjadi jauh lebih canggih dan sulit terdeteksi radar.
Dua pejabat Barat mengonfirmasi bahwa para ahli meyakini adanya peran modifikasi Moskow dalam serangan di kawasan tersebut.
Kemampuan modifikasi ini terbukti ampuh hingga sanggup ‘menjebol’ dan merusak situs penting milik intelijen AS.
Meski begitu, para pejabat AS menyatakan proses analisis masih berjalan untuk memastikan sejauh mana keterlibatan langsung Moskow.
Kolaborasi teknologi antara Iran dan Rusia ini kian mengancam posisi serta pangkalan intelijen AS di seluruh Teluk Persia.
Terjebolnya fasilitas CIA ini menegaskan bahwa aliansi teknologi Teheran dan Moskow telah menjadi ancaman nyata bagi kekuatan Amerika Serikat.- (Tribun-Video.com/tribunnetwork)





